Sabtu, Maret 01, 2008

Cara Membuat MOL Tapai

Oleh: Christine
Sumber: Sobirin, http://clearwaste.blogspot.com/
Foto: Sobirin 2008, MOL Tapai atau MOL Peuyeum

Melengkapi cerita saya tentang tanaman cabe yang berbuah lebat berkat MOL tapai, berikut ini adalah cara membuat MOL tapai yang ditulis oleh sang penemu, Bapak Sobirin Supardiyono dari Bandung. Artikel ini sudah dimuat di http://clearwaste.blogspot.com/ pada tanggal 25 Januari 2008 dengan judul:MOL TAPAI ATAU MOL PEUYEUM LEBIH BERSIH

Banyak yang bertanya cara membuat Mikro Organisme Lokal (MOL). Setelah diberi penjelasan bahannya dari sampah dapur yang membusuk atau bahan lain yang berjamur, kebanyakan mundur karena jijik, bau. Berikut saya membuat MOL yang relatif bersih, dari tapai atau peuyeum

MOL adalah kumpulan mikro organisme yang bisa “diternakkan”, fungsinya dalam konsep “zero waste” adalah untuk “starter” pembuatan kompos organik. Dengan MOL ini maka konsep pengomposan bisa selesai dalam waktu 3 mingguan

Dalam blog ini beberapa waktu lalu telah banyak saya uraikan cara-cara membuat MOL yang gratisan, yaitu dari bahan sampah dapur yang mudah membusuk, sayur kemarin yang basi. Bisa juga dari bahan lain misalnya keong sawah yang ditumbuk, buah nenas yang busuk. Tinggal pilih bahan yang paling mudah didapat disekitar kita. Setelah bahan dipilih dari salah satu di atas, kemudian dimasukkan ke dalam drum plastik, dan diberi air, hingga bahan tenggelam. Setelah 4 atau 5 hari MOL ini sudah bisa dipakai.

Selain untuk “starter” kompos, MOL bisa juga dipakai untuk “pupuk cair” dengan cara diencerkan terlebih dahulu, 1 bagian MOL dicampur 15 bagian air. Siramkan pada tanah di sekitar tanaman. Upayakan jangan mengenai batang tanaman. Untuk ”anggrek”? Karena anggrek ini tumbuh di pakis dan akarnya menonjol, saya tidak menyarankan dengan pupuk cair MOL ini. Nanti pakisnya di makan MOL dan timbul panas yang bisa mematikan anggrek. Jadi baiknya untuk tanaman yang tumbuh di tanah saja, dan tanahnya yang disiram MOL encer

Kembali ke MOL tapai atau MOL peuyeum, saya sebut lebih bersih, karena bahannya juga bersih, dan tidak ada kesan menjijikkan. Bisa tapai singkong atau peuyeum ketan, pilih yang paling mudah didapat

Pertama, siapkan botol plastik air minum kemasan ukuran besar (1.500 mililiter). Cukup satu botol kosong saja, tidak usah dengan tutupnya.

Kedua, beli tapai atau peuyeum, sedikit saja, soalnya butuhnya juga hanya 1 ons, lalu masukkan dalam botol tadi.

Ketiga, isikan air dalam botol yang telah berisi tapai atau peuyeum tadi. Tidak usah penuh, cukup hampir penuh.

Keempat, masukkan gula ke dalam botol yang telah diisi tapai atau peyeum dan air tadi. Bisa gula pasir atau gula merah, 5 sendok makan.

Kelima, kocok-kocok sebentar agar gula melarut.

Keenam, biarkan botol terbuka tidak ditutup selama 4 atau 5 hari. Selanjutnya, selamanya botol tidak ditutup, biar MOL-nya bisa bernafas.

Ketujuh, setelah 5 hari, dan kalau dicium akan berbau wangi alkohol, maka MOL telah bisa dipakai.

Kedelapan, kalau ingin ”beternak” MOL, maka ambillah botol kosong yang sejenis, lalu bagilah MOL dari botol yang satu ke botol kedua. Separoh-separoh. Lalu isikanlah air ke dalam botol-botol tadi sampai hampir penuh, dan kemudian masukanlah gula ke masing-masing botol dengan takaran seperti di atas. Maka kita punya 2 botol MOL. Bila ingin memperbanyak lagi ke dalam botol-botol yang lain, lakukanlah dengan cara yang sama

Selamat mencoba, moga-moga sukses, dan buatlah kompos agar kita tidak membuang sampah ke luar rumah.

12 komentar:

Anonim mengatakan...

Waah sdh bagus nih "read more"nya paas! Tapi jarak judul dengan tulisan Oleh: Christine terlalu jauh.... (brp spasi?).
Yang lain belum diedit?

Anonim mengatakan...

Waah sdh bagus nih "read more"nya paas! Tapi jarak judul dengan tulisan Oleh: Christine terlalu jauh.... (brp spasi?).
Yang lain belum diedit?
salam:sob

Anonim mengatakan...

NINUNG.jogja
selama ini banyak diutarakan tentang mol..tapi sejauh ini kok saya mencari jurnal penelitian maupun jurnal lainnya yang berisi penggunaan mol sebagai starter maupun pupuk cair belum ada. ijadi saya kesusahan mencari literatur ttg mol...dan buku tentg ini juga belum ada

Rahman mengatakan...

Mba Christine...
Tks infonya.....

zanzan mengatakan...

pas banget infonya untukku maklum sekarang aku lagi memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman cabe,jadi makasih info tentang mol n komposnya.makasihmakasih

Anonim mengatakan...

salam Agriculture wah sangat bagus sekali.tp kalau ktakan perbanyak apa cukup kita tambahkan gula aja.pa ma tambah tapenya.by martinchonanjaya@yahoo.com

Anonim mengatakan...

mba ak ak coba bikin mol dari tape singkong, sdh 6 hari koq masih ada tape singgkong yg ngambang dipermukaan botl... apa molnya sudah jadi....
Ayman...

Bunda Rafa mengatakan...

Duh mbak christine info tentang MOL nya bagus bgt, Saya lagi belajar menanam sayur dalam pot, semoga info dari mbak christine dapat membantu Saya.

Bunda Rafa mengatakan...

Salam kenal Mbak Christine, makasih ya info tentang MOL nya, Sangat membantu Saya sekali, Saya juga sedang belajar untuk menanam sayur dalam pot.

Sami Indra mengatakan...

mbak izin copas ya

getris mengatakan...

Informasi yang sangat bermanfaat.. thanks

Yogi Triswandani mengatakan...

Mba, untuk dosis pemakaian per tanaman berapa cc? takutnya kebanyakan apakah tdk akan merusak tanaman?