Jumat, Maret 07, 2008

Komposku Sayang, Komposku Malang….


Oleh: Christine
Foto: Christine, 2008, keranjang jebol
Beberapa hari ini aku agak sibuk dengan kegiatan sosial di lingkungan rumahku. Karena kesibukanku tersebut, kompos-komposku jadi agak kurang perhatian. Pernah suatu hari salah satu komposku jadi kering banget bagian atasnya dan dosnya mulai berlubang ikut dimakan bakteri kompos. Sebagian kompos beserta penghuninya (belatung) berhamburan ke lantai. Waduh! Kondisi gawat darurat nih…

Beberapa hari ini aku agak sibuk dengan kegiatan sosial di lingkungan rumahku. Di RW-ku ada Rumah Pintar, yaitu perkumpulan ibu-ibu seperti kelompok PKK tapi lebih fokus pada bidang pendidikan dan ketrampilan. Kebetulan aku menjadi salah satu pengurusnya. Pada tanggal 16 dan 19 Maret 2008 nanti akan diadakan lomba Rumah Pintar tingkat Kota dan Rumah Pintar kami akan maju lomba untuk mewakili Kecamatan. Jadi…. ceritanya sekarang ini aku lagi lembur bikin laporan yang menggunung…..

Karena kesibukanku tersebut, kompos-komposku jadi agak kurang perhatian. Aku punya 2 keranjang yang masih terus diisi (yang satu pake starter kompos, satunya pake MOL), dan 4 keranjang dalam proses pematangan. Aku hanya sempat nengok sekali dalam satu hari. Kalau sebelumnya aku selalu ngaduk kompos tiap kali memasukkan sampah, sekarang sampah asal dimasukin dulu ngaduknya besok pagi-pagi bangun tidur. Aku juga tidak sempat memotong bahan kompos jadi kecil-kecil, terutama daun kering, kadang langsung aku masukkan saja tanpa dipotong dulu. Kalau bakteri-bakteri yang ada di dalam kompos bisa ngomong, mungkin aku sudah diprotes kali ya..….

Nasib kompos yang dalam proses pematangan juga sama, kurang perhatian! Apalagi keranjang-keranjang itu aku simpan di lantai atas. Lha yang di bawah saja tidak sempat ngurusin apalagi yang di atas….

Pernah suatu hari salah satu komposku jadi kering banget bagian atasnya dan dosnya mulai berlubang ikut dimakan bakteri kompos. Sebagian kompos beserta penghuninya (belatung) berhamburan ke lantai. Waduh! Kondisi gawat darurat nih….. Langsung saja aku ganti dosnya, terus aku kasih MOL tape sampai agak lembab dan diaduk-aduk. Besoknya aku liat sudah lumayan tapi masih agak kering. Lalu aku tambahi lagi MOLnya, diaduk rata sampai ke dasar. Sekarang sudah normal, sudah mulai kehitaman tapi bentuknya belum jadi seperti butiran tanah, masih berupa potongan-potongan daun.

Ternyata kompos juga butuh perhatian ya….. untung masih sempat diselamatkan…

Tidak ada komentar: