Tampilkan postingan dengan label rajut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rajut. Tampilkan semua postingan

Senin, Agustus 18, 2008

Plastik Susu


Oleh: Christine
Foto: Christine, 2008, Plastik Kemasan Susu


Semua yang mempunyai anak balita pasti menghasilkan sampah dari kemasan susu. Untuk susu kemasan dus, di dalamnya ada plastik warna perak yang lumayan tebal. Dikemanakan plastik perak ini setelah dikosongkan susunya?


(Dulu) Dibuang. Cara yang paling gampang dilakukan. Begitu susu dipindahkan ke toples, plastik tinggal diremas-remas, masukkan ke dalam dusnya lagi dan buang ke tempat sampah. Kadang juga untuk menampung sayur basi sebelum dimasukkan ke keranjang sampah.

(Sekarang) Disimpan. Sebelumnya plastik dicuci dan dikeringkan dahulu kemudian di lipat dan disimpan rapi bersama sampah-sampah plastik lain yang sudah bersih dan hanya disimpan saja.

Dijadikan polibag. Kalau ada tanaman yang harus segera dipindahkan ke pot yang lebih besar padahal tidak ada pot kosong, ambil saja simpanan plastik peraknya; lubangi bagian bawahnya dan isi dengan media tanam. Polibag perak ini dapat berdiri dengan kokoh, bahkan lebih kokoh dari polibag yang dijual di pasaran. Kesannya juga lebih bersih.

Dijadikan tas. Dari hasil coba-coba ternyata jadi juga bahkan hasilnya menurutku keren banget (boleh kan memuji temuan sendiri he.he..). Kalo dijadikan tas, plastik mesti dibalik dulu biar tulisannya gak kelihatan.

Dijadikan hiasan ketupat. Plastik dibuat lembaran terus dipotong memanjang dengan lebar tertentu, disesuaikan dengan besar kecilnya ketupat yang akan dibuat. Terus dianyam menjadi bentuk ketupat. Yang ini baru ide, belum dipraktekkan, habis gak bisa nganyam ketupat sih...he.he...

Dijadikan apa lagi ya? Yang punya ide lain sharing dong....

Read More......

Rabu, Agustus 13, 2008

Merajut Sampah

Oleh: Christine

Foto: Christine, 2008, Dompet Tissue

Salah satu usaha untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan memanfaatkan kembali plastik-plastik bekas dan mengubahnya menjadi barang yang lebih berguna.



Pada artikel terdahulu (judul: Tas Mahal) aku pernah menampilkan tas rajutan yang berbahan plastik bekas kantong buah dan roti. Kali ini aku mencoba bermain dengan plastik kemasan sabun cair pencuci piring ukuran 800ml. Masih pake rajutan juga tapi ngerajutnya pake benang wol/katun dan ukuran hakken/hakpennya pake yang no.1.

Mula-mula plastik dicuci bersih dan dikeringkan, kemudian dipotong menjadi bentuk persegi panjang. Aku tidak pakai ukuran tertentu, hanya mengikuti ukuran plastiknya saja.

Lipat plastik menjadi 2 bagian untuk mendapatkan garis tengahnya.

Lipat sisi kanan dan kiri plastik ke arah dalam dan pertemukan kedua sisi plastik tersebut pada garis tengah.

Lubangi seluruh sisi plastik, usahakan jarak setiap lubang sama.

Mulailah merajut dari sisi kanan dan kiri plastik. Setelah sisi kanan dan kiri selesai dirajut, lipat ke tengah dan dilanjutkan merajut sisi sebelah atas dan bawah. Model rajutan sesusai selera.

Agar lebih terlihat cantik dapat ditambah hiasan bunga-bunga.

Dompet tissue sudah jadi.

Kelihatan gak kalo dari sampah?


Read More......

Sabtu, Juli 05, 2008

Tas Santai

Oleh: Christine

Foto: Christine, 2008, Tas Santai Bunga Mungil

Lagi suka ngerajut neeh… Pas mudik kemaren sempat beli benang rajut di Jogja. Sampe di rumah trus cari-cari ide mau dibikin apa, akhirnya cocok sama tas kecil ini.




Kebetulan anak tetangga sebelah lagi ulang tahun ke-10. Cari kado gak ada yang cocok. Rada susah juga cari kado buat anak segitu… Mainan udah gak suka, baju gak tahu ukurannya… Jadinya dikasih tas santai aja, bisa buat jalan-jalan.

Aku coba tulis ‘rumusnya’ disini, moga-moga gak bingung bacanya. Maklum, aku pemula banget dalam rajut-merajut hehe…

Keterangan kode:
ch = chain stitch
slst = slip stitch
dc = double crochet
tr = treble


Tarik benang rajut kira-kira sepanjang lengan, tekuk dan mulailah merajut dengan benang dobel membuat 40 rantai (ch)

Baris 1
Mulai gunakan satu benang saja: 3ch, 2tr, 1tr pada tiap ch sampai ke ujung, 3tr, 1tr sampai ke tempat semula, gabungkan dengan slst (3ch pertama dianggap sebagai 1tr, tiap ujung diisi 3tr).

Baris 2.
3ch, 1tr pada setiap ch , berputar sampai kembali lagi ke tempat awal, slst.

Baris 3-18
3ch, 1ch, 1tr, 1ch, 1tr….berputar sampai ke tempat awal, slst.

Baris 19-20
1ch, 1dc… sampai habis, slst.

Baris 21
3ch, 1tr… sampai habis, slst. Matikan benang.

Tali
5ch, 3ch, 1tr pada setiap ch, balik, 3ch, 1tr pada setiap tr… sampai panjang tali yang diinginkan. Matikan benang.

Tempelkan setiap ujung tali pada sisi lipat tas (samping kanan-kiri). Cara menempelkan dengan dijahit pake benang jahit biasa atau dirajut dengan tusuk rantai.

Hiasan bunga dan daun aku ambil dari buku “Rajutan untuk Pemula” karangan Tatha Pang. Menempelkannya dengan dijahit atau di lem pake lem tembak.

Nah, jadi deh tas santai dengan hiasan bunga-bunga mungil.

Happy Birthday Tasya, God Bless You!


Read More......

Kamis, Mei 22, 2008

Reuse

Oleh: Christine

Foto: Christine, 2008, Tas Rajut Nylon

Sudah tiga minggu ini aku tidak banyak aktivitas berkebun. Daripada bengong, akhirnya bongkar-bongkar lemari dan nemu tas rajutan lama yang sudah gak pernah dipakai. Bahannya masih bagus, warnanya saja yang sudah agak pudar.



Gara-gara anak sakit disusul aku kena flu berat maka aktivitas berkebun dan berkomposku terhenti selama hampir tiga minggu. Sementara tidak berkebun, daripada bengong – terutama kalo pas anakku tidur – aku cari-cari sesuatu yang bisa dikerjakan dengan santai. Dari hasil bongkar-bongkar lemari aku menemukan kembali tas rajutan lamaku. Bahannya dari benang nylon warna pink. Tas ini sudah tidak pernah aku pakai karena aku sudah bosen sama modelnya. Bahannya masih bagus, masih kuat cuma di beberapa tempat warnanya sudah agak memudar. Lalu aku bongkar tas itu dengan menarik benangnya hingga kembali menjadi sebuah gulungan benang nylon dan kemudian kurajut kembali.

Model tas aku ambil dari sebuah buku tentang rajutan karya Tatha Pang: “Rajutan untuk Pemula”, dengan sedikit perubahan pada pegangannya. Karena instruksinya jelas, maka proses pengerjaannya juga cepat. “Tas baru” ini selesai kurajut dalam 2 hari. Setelah jadi, tas ini kelihatan cantik juga, warna benang yang pudar tidak begitu kelihatan. Sekilas seperti tas yang bener-bener baru, padahal……….. benangnya dibeli hampir sepuluh tahun yang lalu….!

Waaah…. Lumayan, dapet tas baru…..



Read More......

Kamis, Mei 15, 2008

Tas Mahal


Oleh: Christine
Foto: Christine, 2008, Tas Rajut Plastik

Aku punya tas baru yang imut dan cantik. Aku seneng banget bisa punya tas ini, imut, lucu, harganya juga mahal banget; selain itu gak ada kembarannya.



Ukurannya sih sekitar 15cm X 15 cm saja. Modelnya juga sangat sederhana. Tapi harganya…. Bisa sampai ratusan ribu rupiah! Bayangkan, untuk dapat memiliki tas sekecil ini aku harus membeli beberapa kilogram buah dan sayuran segar, beberapa potong roti “breadtalk”, obat flu dan vitamin, sabun, odol, dan keperluan rumah tangga lainnya. Lho kok bisa???

Bisa saja! Karena bahan tas imut itu adalah plastik kresek bekas barang-barang belanjaan tadi. Kebutuhan bahannya lumayan banyak juga lho: 4bh plastik sayur/buah ukuran 35cm X 45cm, 2bh tas kresek sedang, 5bh kantong roti “breadtalk”.

Caranya….?

Bersihkan semua plastik dari kotoran, kalau perlu cuci dengan sabun dan keringkan.

Gunting bagian bawah masing-masing plastik sehingga sisi atas dan sisi bawah plastik semuanya berlubang.

Gunting plastik memutar tanpa terputus hingga habis (seperti kalo orang bule mengupas apel) dan menjadi sebuah tali yang panjang. Lebar tali 2-3cm atau tergantung tebal-tipisnya plastik.

Ambil alat perajut yang ada kaitannya (hakpen) dan mulailah merajut tali plastik ini hingga menjadi sebuah tas. Model, warna dan ukuran tas disesuaikan dengan selera dan ketersediaan kantong plastik.

Sayang sekali, aku tidak bisa menjelaskan cara merajutnya. Aku juga gak mahir banget sih, asal bisa saja. Tapi buku-buku tentang rajutan ini (crochet) sudah banyak di toko-toko buku, kita tinggal variasikan bahannya saja.

Kalau sudah jadi tasnya kelihatan cantik juga ya? Siapa sangka kalau bahannya dari plastik kresek bekas.

Read More......